PASANGKAYU – Sejumlah warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu mengikuti pembukaan kegiatan pesantren kilat menyambut Ramadan 1447 H. Program pembinaan kepribadian ini bertujuan untuk mempertebal keimanan serta memberikan bekal spiritual yang kuat bagi para narapidana. Oleh karena itu, pihak Rutan bekerja sama dengan kementerian agama setempat guna menghadirkan pengajar yang berkompeten.
Pihak Rutan menilai bahwa bulan suci merupakan momentum yang paling tepat untuk melakukan perbaikan diri secara menyeluruh. Hasilnya, puluhan warga binaan tampak khusyuk mengikuti sesi ceramah dan tadarus Al-Qur’an di masjid lingkungan rutan.
Pembinaan Mental dan Spiritual Narapidana
Kepala Rutan Pasangkayu menekankan bahwa kurikulum pesantren kali ini mencakup materi tauhid, fikih ibadah, hingga akhlakul karimah. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan cara membaca kitab suci secara tartil dan benar. Dengan demikian, waktu luang selama masa pidana dapat mereka manfaatkan untuk kegiatan yang jauh lebih positif dan bermakna.
Baca Juga:Prajurit TNI Salat di Proyek, Masjid 7 Km
Petugas pengamanan tetap bersiaga penuh guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan dengan sangat aman. Oleh sebab itu, pembagian jadwal ibadah dilakukan secara tertib agar tidak terjadi kerumunan yang berlebihan di dalam area blok. Langkah preventif ini membuktikan bahwa pembinaan mental dapat berjalan selaras dengan standar keamanan yang ketat.
“Kami ingin para warga binaan kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan perilaku yang jauh lebih religius. Sebab, bekal agama adalah benteng terkuat agar mereka tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang merugikan,” ujar perwakilan Rutan Pasangkayu.
![]()
Harapan bagi Transformasi Diri yang Sejati
Pada akhirnya, kegiatan pesantren 1447 H ini akan menjadi titik balik bagi banyak warga binaan untuk bertaubat. Hasilnya, suasana di dalam Rutan menjadi lebih damai dan penuh dengan nuansa persaudaraan antar sesama penghuni. Pada akhirnya, sinergi antara pembinaan dan niat tulus untuk berubah akan menciptakan manusia-manusia baru yang lebih baik.
Rutan berjanji akan terus memberikan penghargaan bagi narapidana yang menunjukkan progres positif selama mengikuti pesantren ini. Sebab, apresiasi sekecil apa pun akan memotivasi mereka untuk tetap konsisten dalam jalur kebaikan hingga masa bebas tiba.










