, ,

Viral! Guru Perempuan di Pasangkayu Lawan Derasnya Arus Sungai Demi Siswa

by -593 Views

News Pasangkayu– Potret perjuangan para pahlawan tanpa tanda jasa kembali menggugah hati publik. Sebuah video yang memperlihatkan dua guru perempuan di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menyeberangi sungai berarus deras demi bisa sampai ke sekolah viral di media sosial. Aksi nekat namun penuh dedikasi itu dilakukan oleh Wahyuni, seorang guru SMP Negeri 7 Bambalamotu, bersama rekannya di Desa Wulai 2, Kecamatan Bambalamotu.

Dalam video yang beredar, terlihat keduanya berpegangan tangan dibantu dua pria untuk menyeberangi sungai yang meluap akibat hujan. Arus sungai begitu deras hingga ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Beberapa kali langkah mereka nyaris goyah, namun dengan hati-hati mereka tetap melangkah, menantang derasnya arus demi satu tujuan — mengajar para murid di seberang sungai.

Dua Sungai, Satu Semangat

Ditemui setelah video itu viral, Wahyuni menceritakan bahwa untuk menuju sekolah tempatnya mengajar, ia dan guru lainnya harus melewati dua sungai besar setiap hari. Meski salah satu sudah memiliki jembatan, sungai penghubung antara Desa Wulai 1 dan Desa Wulai 2 hingga kini belum tersentuh pembangunan jembatan.

Setiap hari, baik guru maupun siswa harus berjalan kaki dan menyeberangi sungai tersebut. Kondisi ini menjadi lebih berbahaya ketika musim penghujan tiba. Debit air sungai meningkat tajam, arus makin kuat, dan keselamatan menjadi taruhan.

“Selagi kami masih bisa nyeberang, kami usahakan untuk nyeberang. Tapi kalau sudah terlalu berisiko, kami tidak lanjut. Kecuali kalau memang urgen, kami tetap berusaha masuk sekolah,” ujar Wahyuni dengan mata berkaca-kaca.

Tak Surut Meski Nyawa Jadi Taruhan

Dedikasi Wahyuni dan para guru lain di Bambalamotu menjadi cerminan semangat juang para pendidik di pelosok negeri. Dengan segala keterbatasan, mereka tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di daerah terpencil.

“Harapan kami, pemerintah bisa segera membangun jembatan di Desa Wulai 2. Kami ingin bekerja dengan tenang, tanpa rasa khawatir setiap kali musim hujan datang,” katanya.

MIRIS! Guru Menyeberangi Sungai Demi Mengajar, Tamparan Keras untuk Pemda dan Dinas Pendidikan Pasangkayu – Warta Polri

Baca Juga: PN Pasangkayu Terapkan Restorative Justice Divonis Pidana Bersyarat

Bukan hanya para guru yang harus berjuang. Para siswa SMP Negeri 6 Bambalamotu yang tinggal di Desa Wulai 2 juga mengalami hal serupa setiap hari. Mereka harus menyeberangi sungai yang sama untuk bisa bersekolah.

Asmiranda, salah satu siswi, mengatakan bahwa ketika air sungai terlalu tinggi, mereka biasanya terpaksa libur dua hari hingga air kembali surut.

Netizen Tersentuh, Pemerintah Diharap Bergerak

Video perjuangan para guru dan siswa ini sontak menuai simpati dari ribuan netizen. Banyak yang memuji dedikasi para pendidik dan menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur di daerah terpencil.

“Salut buat Ibu Guru dan anak-anaknya. Semoga pemerintah segera turun tangan. Ini bukan hanya soal akses, tapi soal masa depan generasi bangsa,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi dan kota besar yang serba modern, masih banyak sudut Indonesia yang berjuang dengan keterbatasan. Para guru seperti Wahyuni dan murid-muridnya di Desa Wulai 2 adalah wajah nyata dari perjuangan pendidikan di pelosok negeri — mereka bukan hanya menyeberangi sungai, tapi juga menyeberangi keterbatasan demi masa depan yang lebih baik.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.