,

Ricuh Turnamen Sepakbola Pasangkayu, Pemain Terluka

by -355 Views

News Pasangkayu – Turnamen sepakbola Bupati Cup di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, berakhir ricuh dan menimbulkan korban luka. Ricuh Turnamen Pasangkayu terjadi setelah sejumlah pemain melayangkan protes keras kepada wasit terkait keputusan tambahan waktu pada babak kedua pertandingan.

Kronologi Ricuh Turnamen Sepakbola di Pasangkayu Usai Pemain Protes ke Wasit
Ricuh Turnamen Sepakbola Pasangkayu, Pemain Terluka

Insiden tersebut berlangsung di Stadion Ambo Djiwa, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, pada Kamis (11/12) sekitar pukul 17.30 Wita. Pertandingan berjalan sengit sejak awal hingga memasuki menit-menit akhir babak kedua. Ketegangan meningkat ketika wasit meniup peluit tanda tambahan waktu yang dinilai merugikan salah satu tim.

Salah satu pemain bernama Fauzan Admaja menyampaikan protes kepada wasit karena merasa keputusan tersebut tidak adil. Protes itu memicu adu argumen di dalam lapangan. Situasi yang awalnya terkendali berubah memanas ketika emosi pemain dan suporter meningkat.

Baca Juga : Turnamen Sepakbola di Pinrang Ricuh, Suporter Nyaris Pukul Wasit

Sejumlah suporter turun mendekati area lapangan dan terlibat keributan. Dalam kondisi tersebut, Fauzan Admaja mengalami pemukulan hingga mengalami luka. Rekan setim berusaha menenangkan situasi dan mengevakuasi korban menjauh dari kerumunan demi menghindari bentrokan lanjutan.

Panitia turnamen segera menghentikan pertandingan untuk mencegah eskalasi konflik. Aparat keamanan yang berjaga di sekitar stadion langsung mengambil langkah pengamanan dengan membubarkan massa dan mengamankan area pertandingan. Petugas medis juga memberikan penanganan awal kepada korban.

Pihak penyelenggara turnamen menyesalkan kejadian tersebut dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan kepemimpinan wasit. Panitia juga mengimbau seluruh peserta dan suporter agar menjaga sportivitas serta menghormati keputusan perangkat pertandingan.

Melalui evaluasi tersebut, panitia berharap kejadian Ricuh Turnamen Pasangkayu tidak terulang kembali. Turnamen sepakbola seharusnya menjadi ajang hiburan dan pemersatu masyarakat, bukan pemicu kekerasan yang merugikan pemain maupun penonton.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.