PASANGKAYU– Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa getaran ini berpusat di darat dan terasa cukup kuat oleh masyarakat di sekitar Mamuju serta Majene.
Warga segera berhamburan keluar rumah guna menghindari potensi reruntuhan bangunan akibat guncangan tersebut. Oleh karena itu, otoritas terkait meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan adanya aktivitas gempa susulan.
Detail Lokasi dan Dampak Getaran
BMKG mencatat bahwa episenter gempa terletak pada koordinat geografis yang berada di daratan Sulawesi Barat. Selain itu, pusat gempa ini memiliki kedalaman yang cukup dangkal sehingga energi getarannya merambat secara signifikan ke permukaan tanah.
Tim BPBD kini tengah menyisir pemukiman penduduk untuk mendata kerusakan bangunan atau fasilitas umum. Sebab, kepastian informasi mengenai keselamatan warga merupakan hal yang sangat krusial bagi warga Sulbar sendiri. Berikut adalah rincian data kegempaan tersebut:
Baca juga:Sidang Pembunuhan Pasangkayu Digelar Tertutup

| Parameter Gempa | Informasi Terkini |
| Magnitudo | 4,2 M |
| Waktu Kejadian | 7 Maret 2026 |
| Lokasi Pusat | Darat, Wilayah Sulawesi Barat |
| Potensi Tsunami | Tidak Berpotensi Tsunami |
Imbauan Keamanan bagi Masyarakat
Selanjutnya, pemerintah daerah mengimbau warga agar menghindari bangunan yang sudah tampak retak atau tidak stabil. Langkah antisipasi ini bertujuan meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi guncangan susulan dengan skala yang lebih kecil.
BMKG juga terus memperbarui data pengamatan sensor seismik selama 24 jam penuh. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya hanya mempercayai informasi resmi dari kanal pemerintah guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan massal.
Sebagai penutup, situasi di lokasi terdampak saat ini terpantau masih cukup kondusif meskipun warga tetap berjaga-jaga. Setelah itu, tim teknis akan memberikan laporan evaluasi menyeluruh mengenai dampak kerusakan infrastruktur di seluruh wilayah Sulawesi Barat.








